Lembar Jawaban Siswa SDIT Bina Muda Yang Viral Mendunia

Lembar Jawaban Siswa SDIT Bina Muda Yang Viral Mendunia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Media sosial (medsos) dihebohkan dengan jawaban ujian siswa sekolah dasar (SD). Adalah akun Twitter, @armillaode yang mengunggah lembar jawaban ujian semester 1 murid SDIT Bina Muda tahun pelajaran 2013-2014 yang cukup mengejutkan.

Dalam lembar pertanyaan itu, di sisi kiri terdapat gambar seorang polisi berpakaian dinas lengkap dengan membawa tongkat komando. Muncul pertanyaan, “Siapa dia?” Murid SD yang tidak diketahui identitasnya itu menjawab, “Polisi.”

Pertanyaan kedua adalah, “Apa saja tugasnya?” Terdapat tiga isian yang harus dijawab. Dan, jawaban pertama sangat mengejutkan lantaran diisi dengan, “Minta uang.” Adapun, jawaban kedua dan ketiga bisa disimpulkan secara umum normal, yaitu “Jagain jalan,” dan “Baris-baris.”

Akun @onino99 ikut mengomentari jawaban anak SD terhadap sosok polisi. “Anak-anak polos dan jujur,” katanya.

Artikel ini dimuat di http://www.komisikepolisianindonesia.com/umum/read/18637/ditanya-tugas-polisi-siswa-sd-minta-uang.html

Media sosial (medsos) sedang dihebohkan dengan jawaban ujian siswa sekolah dasar (SD).

Adalah akun Twitter @armillaode mengunggah foto “soal ujian murid SD” tersebut. Sebelumnya, dia juga pernah mengunggah foto soal akibat berbohong jadi presiden dan sekarang, dia mengunggah foto soal tugas polisi.

@armillaode yang mengunggah lembar jawaban ujian semester 1 murid SDIT Bina Muda tahun pelajaran 2013-2014 yang cukup mengejutkan.

Dalam lembar pertanyaan itu, di sisi kiri terdapat gambar seorang polisi berpakaian dinas lengkap dengan membawa tongkat komando.

Dalam gambar ilustrasi polisi tersebut, lalu soal berbunyi, “Siapa dia?” Jawabannya, “Polisi.” Soal berikutnya, “Apa saja tugasnya?”

Jawabannya ada tiga dan diminta disebutkan. Dijawablah, “ 1. Minta uang, 2. Jagain jalan, 3. Baris-baris.”

Readmore: http://www.atjehcyber.net/2014/12/polisi.minta.uang.html?m=1#ixzz3kPi0inEa
Sumber: @atjehcyber | fb.com/atjehcyberID

Cerita Anak Hebat

Oleh : Dewi Komariah
Cerita 1

Saat pembagian LPS (Laporan Perkembangan Siswa) tengah semester 2 disekolah tempat aku mengajar; SDIT Bina Muda Cicalengka, seorang ibu menghampiriku. “Bu, terima kasih ya… ” selanjutnya ibu itu bercerita tentang anaknya. sehabis pulang sekolah pada saat disekolah ada TO (Try Out) sebagai persiapan ujian, anaknya bilang: “Bu, setelah TO tadi aku bilang ke bu guru untuk tidak membenarkan jawabanku no …. , karena, aku mendapat bocoran jawaban dari teman-teman”, “biar disalahin saja bu, karena itu bukan hasil dari pikiranku sendiri”. Ibunya tercengang mendengar cerita anaknya tersebut… `dan aku? lebih tercengang lagi…. Wow… amazing…

Cerita 2
Suatu hari aku bertemu dengan orang tua murid disuatu tempat. Ibu itu bercerita tentang anaknya yang belum lama ini mengikuti tes beasiswa di sebuah pesantren. Si ibu menjanjikan kepada anaknya jika berhasil mendapatkan beasiswa tersebut, ia akan tetap mengeluarkan sejumlah uang (sebesar biaya pendidikan ke pesantren tersebut) kepada anaknya, plus semua biaya bulanan yang seharusnya dibayar (jika tak dapat beasiswa). Si anak tentu saja merasa senang. dia sudah membayangkan akan menyimpan uang tersebut direkeningnya. Ia akan kumpulkan uang itu. Lalu si ibu bertanya, “Akan kau pakai untuk apa uang itu Nak?”. Si anak menjawab: “Akan aku kumpulkan, aku ingin memberangkatkan mamah sama papah ke tanah suci”. Si Ibu dengan perasaan campur aduk (haru, bangga, senang), lalu berkata kepada anaknya: “Ibu doakan kamu, semoga kau berhasil!”.

Duh,, merinding mendengar cerita itu.. Apalagi yang diharapkan oleh orangtua, selain anak yang saleh yang bisa membanggakan dan membuat bahagia orangtuanya terutama dengan akhlak mulianya??

dimuat di : http://www.kompasiana.com/rainaanakku/cerita-anak-hebat_55546deab67e613818ba55a6

Anak Masuk RS Jiwa karena Kebanyakan Les

Beberapa hari yang lalu, dunia maya dihebohkan adanya anak yang terpaksa dirawat di RS Jiwa. Ia mengalami keguncangan jiwa karena menghadapi tekanan orang tua yang mengharuskannya mengikuti berbagai macam les. Kalau bertemu dengan orang lain, ia menunjukkan kemampuannya berbahasa Inggris dan berhitung cepat. Bahkan gadis kecil itu bergaya seperti gurunya ketika sedang mengajar. Ibunya hanya bisa menangis. Si gadis kecil berkata polos,”Bunda jangan menangis, aku kan sekarang sudah pintar. Tapi aku nggak mau tidur sama Bunda ya. Aku maunya bobo sama Dokter yang ganteng dan cantik saja.”

Zaman sekarang banyak sekali orang tua yang memasukkan anak-anaknya ke lembaga bimbingan belajar atau les.Alasannya untuk mengangkat nilai-nilai anak di sekolah. Mereka hanya memikirkan angka-angka di raport tanpa pernah mempertimbangkan baik-buruknya dari sisi si anak. Seringkali orang tua tak menyadari bahwa mereka telah memaksakan keinginan kepada anak dan membenarkan pemaksaan tersebut dengan argumen semua itu dilakukan untuk masa depan anak.

Inilah alibat sistem pendidikan link and match yang dijalankan semenjak Orde Baru. Keberhasilan anak hanya diukur sebatas nilai akademik, tetapi mengabaikan pendidikan mental. Anak-anak tak ubahnya seperti robot-robot yang diciptakan untuk mengikuti perintah, bukan sebagai individu-individu merdeka yang bebas berkreasi dan berinovasi. Angka-angka di raport menjadi acuan sehingga orang tua memaksa anak untuk mencapai nilai tertinggi agar dibilang anaknya pintar.

Ambisi Orang Tua

Rasa kepemilikan terhadap anak, menjadikan orang tua egois dan merasa berhak memaksakan keinginannya. Orang tua lupa bahwa anak adalah amanah dari Tuhan yang harus dijaga dengan baik. Cara menjaga anak, bukanlah dengan mencetak mereka menjadi anak-anak yang sekedar mengejar angka-angka di sekolah, melainkan dengan menjadikan mereka bermental kuat dan menjadi orang yang baik. Ingatlah bahwa anak adalah sosok yang berjiwa dan memiliki karakter masing-masing.

Ambisi orang tua terlalu tinggi. Pertama, karena berorientasi pada keberhasilan secara materi. Kalau anak selalu juara kelas, bersekolah di tempat favorit lalu mendapat gelar sarjana di universitas bergengsi, dan pada akhirnya diharapkan bekerja sebagai profesional yang berpenghasilan tinggi, cepat kaya dan memiliki jabatan terhormat. Kedua, karena orang tua melampiasakan keinginan-keinginannya sendiri yang dahulu tidak tercapai, misalnya ingin menjadi orang terkenal, ingin menjadi jutawan, atau ingin menjadi pejabat. Mereka lalu memaksakan anak-anaknya sesuai dengan ambisi mereka dahulu. Ketiga karena orang tua mengidolakan seorang tokoh atau selebriti dan menginginkan anak-anaknya seperti tokoh tersebut. Dalam hal ini sesungguhnya orang tualah yang pantas diperiksakan kesehatan jiwanya.

Fakta di balik ambisi orang tua sebenarnya adalah pelarian dari ketidakmampuan orang tua dalam mengasuh anak. Misalnya karena kesibukan bekerja, mereka tidak sempat lagi membantu anak-anak belajar dan mengerjakan PR (Pekerjaan Rumah). Jika anak mengalami kesulitan belajar, maka dilimpahkan kepada lembaga Bimbel atau tempat di mana mereka mengikuti les. Selain kesibukan bekerja, orang tua juga enggan meng-up grade kemampuannya dalam pelajaran-pelajaran yang diikuti anak.

Berikan Hak Anak Bermain dan Bersosialisasi

Dunia anak adalah dunia bermain. Mereka harus memiliki kebebasan bergaul dengan teman-teman sebaya di lingkungannya. Bermain bersama memberikan stimulan pada anak untuk belajar adaptasi dengan berbagai karakter yang dimiliki teman-temannya. Ia juga belajar beradaptasi dengan berbagai situasi dan kondisi Bagaimana cara dia menanggapi suatu masalah dsb. Sosialisasi mendorong anak-anak untuk berperan aktif, melakukan interaksi dengan siapa saja.

Kalau anak-anak dipaksa untuk mengikuti berbagai macam les, bayangkan betapa lelahnya otak mereka. Mereka sudah menghabiskan waktu belajar di sekolah, lalu disambung dengan les ini-itu. Maka sepanjang hari mereka diporsir untuk mempelajari sesuatu. Ketika mereka pulang sudah kelelahan, langsung tidur, tidak sempat bersosialisasi dengan lingkungan, bahkan dengan keluarga sendiri. Jika semua kegiatan itu di luar kemauan si anak, akan timbul pemberontakan. Si anak bisa menunjukkan kenakalan yang tidak biasa, atau jika dipendam akan timbul kasus si anak masuk RS Jiwa.

Orang-orang tua yang telah memiliki kesadaran bahaya dari forsir berlebihan terhadap anak, telah mencari alternatif pendidikan yang sesuai dengan perkembangan jiwa anak-anak. Misalnya Sekolah Alam dan Home Schooling. Sistem pembelaran di dua jenis sekolah ini memerhatikan kebutuhan jiwa anak-anak, terutama agar mereka tetap memiliki kesempatan untuk bersosialisasi. Dengan demikian kasus di atas dapat dihindari.
Sumber : http://www.kompasiana.com/empuratu/anak-masuk-rs-jiwa-karena-kebanyakan-les_54f3b2f9745513902b6c7ccb#sidr-main

Mengapa Tidak Boleh Makan & Minum Sambil Berdiri ?

Disetiap perintah atau larangan pasti tersimpan sisi manfaat, dampak positif atau negatif sebagai konsekuensi dari adanya aturan tersebut.
Sama halnya dengan aturan, perintah atau larangan yang berlaku didunia ini. Al-Qur’an & Sunnah atau Hadits Rosul merupakan dua aturan dasar yang mestinya dijadikan pedoman dalam melakukan setiap gerak dan langkah kita. Karena didalamnya ada aturan & larangan yang harus dan tidak boleh dilakukan.

Bagi muslim yang memiliki landasan Aqidah yang kokoh, setiap larangan & perintah akan disikapi menurut dasar keimanannya dan wujud ketaatan pada Allah SWT dan Rosulullah SAW, dengan landasan pemahaman dan ilmu pengetahuan tentunya. Namun bagi orang kafir, setiap perintah dan larangan yang berasal dari sumber agama, biasanya akan dilihat dulu dari sisi ilmiah dan ilmu pengetahuan yang dimilikinya.

Maka beruntunglah kita yang muslim, bila dianalisa dan dikaji secara mendalam menurut sudut pandang ilmu pengetahuan setiap aturan ataupun larangan yang diturunkan Allah SWT melalui Al-Qur’an dan Sunnah Rosul, pasti memiliki dampak dan konsekuensi tertentu. Banyak ilmuan Barat (yang kafir) mendapatkan hidayah dan kemudian menjadi muslim setelah melakukan penelitian tentang kebenaran Al-Qur’an yang membahas detail tentang Embriologi dan anatomi, sebut saja DR. KEITH L. MOORE MSc, PhD, FIAC, FSRM adalah Presiden AACA (American Association of Clinical Anatomi ) antara tahun 1989 dan 1991. Ia menjadi terkenal karena literaturnya tentang mata pelajaran Anatomi dan Embriologi dengan puluhan kedudukan dan gelar kehormatan dalam bidang sains, menurutnya Al-Qur’an adalah fakta ilmiah, karena itulah ia memilih Islam sebagai jalan hidupnya.

Fakta-fakta tersebut hanya sebagian contoh kecil dalam kehidupan kita, keimanan seseorang akan terus tumbuh dengan terbukanya fakta-fakta rasional dalam setiap perintah dan larangan, bila sebuah aturan (perintah) telah dipahami biasanya orang yang menerima perintahpun akan dengan penuh semangat menjalankannya, begitupun dengan aturan keseharian yang sering kita pelajari. Seperti adanya ketentuan dalam hal makan dan minum tidak boleh sambil berdiri, pertanyaannya mengapa Rosulullah melarang ?

Mengapa Rasulullah melarang ummatnya minum berdiri. Dalam hadist disebutkan “janganlah kamu minum sambil berdiri” Ini dibuktikan dari segi kesehatan. Air yang masuk dengan cara duduk akan disaring oleh sfringer. Sfringer adalah suatu struktur maskuler (berotot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup. Setiap air yang kita minum akan disalurkan pada ‘pos-pos’ penyaringan yang berada di ginjal. Nah. Jika kita minum berdiri. Air yang kita minum tanpa disaring lagi. Langsung menuju kandung kemih. Ketika langsung menuju kandung kemih, maka terjadi pengendapan disaluran ureter. Karena banyak limbah-limbah yang menyisa di ureter. Inilah yang bisa menyebabkan penyakit kristal ginjal. Salah satu penyakit ginjal yang berbahaya. Susah kencing itu penyebabnya.

Dari Anas r.a. dari Nabi saw.: “Bahwa ia melarang seseorang untuk minum sambil berdiri. Qatadah berkata, “Kemudian kami bertanya kepada Anas tentang makan. Ia menjawab bahwa itu lebih buruk.”

Pada saat duduk, apa yang diminum atau dimakan oleh seseorang akan berjalan pada dinding usus dengan perlahan dan lembut.

Adapun minum sambil berdiri, maka ia akan menyebabkan jatuhnya cairan dengan keras ke dasar usus, menabraknya dengan keras, jika hal ini terjadi berulang-ulang dalam waktu lama maka akan menyebabkan melar dan jatuhnya usus, yang kemudian menyebabkan disfungsi pencernaan. Adapun rasulullah saw pernah sekali minum sambil berdiri, maka itu dikarenakan ada sesuatu yang menghalangi beliau untuk duduk, seperti penuh sesaknya manusia pada tempat-tempat suci, bukan merupakan kebiasaan. Ingat hanya sekali karena darurat!

Manusia pada saat berdiri, ia dalam keadaan tegang, organ keseimbangan dalam pusat saraf sedang bekerja keras, supaya mampu mempertahankan semua otot pada tubuhnya, sehingga bisa berdiri stabil dan dengan sempurna. Ini merupakan kerja yang sangat teliti yang melibatkan semua susunan syaraf dan otot secara bersamaan, yang menjadikan manusia tidak bisa mencapai ketenangan yang merupakan syarat terpenting pada saat makan dan minum.

Ketenangan ini bisa dihasilkan pada saat duduk, di mana syaraf berada dalam keadaan tenang dan tidak tegang, sehingga sistem pencernaan dalam keadaan siap untuk menerima makanan dan minum dengan cara cepat.

Makanan dan minuman yang disantap pada saat berdiri, bisa berdampak pada refleksi saraf yang dilakukan oleh reaksi saraf kelana (saraf otak kesepuluh) yang banyak tersebar pada lapisan endotel yang mengelilingi usus.

Refleksi ini apabila terjadi secara keras dan tiba-tiba, bisa menyebabkan tidak berfungsinya saraf (vagal inhibition) yang parah, untuk menghantarkan detak mematikan bagi jantung, sehingga menyebabkan pingsan atau mati mendadak.

Begitu pula makan dan minum berdiri secara terus-menerus terbilang membahayakan dinding usus dan memungkinkan terjadinya luka pada lambung. Para dokter melihat bahwa luka pada lambung 95% terjadi pada tempat-tempat yang biasa berbenturan dengan makanan atau minuman yang masuk.

Sebagaimana kondisi keseimbangan pada saat berdiri disertai pengerutan otot pada tenggorokkan yang menghalangi jalannya makanan ke usus secara mudah, dan terkadang menyebabkan rasa sakit yang sangat yang mengganggu fungsi pencernaan, dan seseorang bisa kehilangan rasa nyaman saat makan dan minum.

Roadshow KKPK di SDIT Bina Muda

Hari Jum’at kemarin, tanggal 11 Februari 2011, Dina diundang untuk mengisi acara Roadshow KKPK (Kecil-kecil Punya Karya) di SDIT Bina Muda. Roadshownya diadakan pagi-pagi, oleh karena itu Dina pun izin tidak masuk sekolah.

SDIT Bina Muda ini terletak di Cicalengka Kabupaten Bandung. Saat roadshow dilaksanakan, sedang bertepatan dengan kegiatan Talent Show di sana. Katanya, di sana memang rutin dilaksanakan kegiatan Talent Show setiap bulan.

Peserta roadshownya mulai dari kelas 2-4. Tapi, muridnya tidak terlalu banyak. Hanya sekitar 60an saja. Selain itu, ada juga 8 orang murid dari SMP Bina Muda yang mengikuti roadshow KKPK ini.

Roadshow KKPK kali ini berbeda dengan roadshow KKPK sebelumnya. Biasanya, di roadshow KKPK dijelaskan bagaimana proses pembuatan buku, kegiatan penulis-penulis KKPK, menulis cerita, dan tanya jawab dengan penulis KKPK (Dina). Tetapi, roadshow KKPK kali ini juga ditambah dengan pemutaran cuplikan film Rindu Purnama, yang naskah filmnya dibukukan menjadi KKPK Rindu Purnama oleh Kak Ayunda Nisa Chaira. Sudah nonton filmnya di bioskop? Sudah baca bukunya?

Dina sangat senang bisa mengisi acara roadshow KKPK di SDIT Bina Muda. Semoga di SDIT Bina Muda terlahir penulis-penulis cilik yang idenya lebih luar biasa! 🙂

Buku “SEKOLAHNYA MANUSIA” Jadi THR Para Guru

Buku “SEKOLAHNYA MANUSIA” Jadi THR Para Guru

Betapa terkejutnya, ketika Pak Aang, Ketua Yayasan (Bina Muda) SD IT BINA MUDA CICALENGKA BANDUNG TIMUR mengatakan kepada saya bahwa SD ini dibangun sebab terinspirasi oleh buku saya SEKOLAHNYA MANUSIA pada tahun 2009.

Apalagi seorang guru yang luar biasa, pak Usep sampai hafal kutipan-kutipan isi beberapa halaman dari buku tersebut.

“Sungguh Pak Munif, ketika membaca buku SEKOLAHNYA MANUSIA, kami seperti menemukan kondisi AHA! Inilah model sekolah yang cocok dengan mimpi kita semua,” kata Pak Aang. Dan yang luar biasa, tahun berikutnya, kami memberikan THR kepada semua guru dengan menghadiahkan buku SEKOLAHNYA MANUSIA. Saya memberikan materi tentang setiap anak mestinya harus menjadi bintang pada Sabtu, 26 Mei 2011.

Ketika seorang walimurid bertanya tentang kegalauannya terhadap sistem sekolah yang mengedepankan kognitif, saya mengatakan untuk lebih baik konsentrasi pada bakat anak kita. Sistem pendidikan dapat sewaktu-waktu berubah tergantung kemauan politik. Namun, bakat anak kita harus terus dipertahankan dan dikembangkan. Insyaallah anak kita akan mempunyai profesi yang profesional.

Cicalengka Bandung, 26 Mei 2012

Sumber : munifchatib.com