Oleh : Dewi Komariah
Cerita 1

Saat pembagian LPS (Laporan Perkembangan Siswa) tengah semester 2 disekolah tempat aku mengajar; SDIT Bina Muda Cicalengka, seorang ibu menghampiriku. “Bu, terima kasih ya… ” selanjutnya ibu itu bercerita tentang anaknya. sehabis pulang sekolah pada saat disekolah ada TO (Try Out) sebagai persiapan ujian, anaknya bilang: “Bu, setelah TO tadi aku bilang ke bu guru untuk tidak membenarkan jawabanku no …. , karena, aku mendapat bocoran jawaban dari teman-teman”, “biar disalahin saja bu, karena itu bukan hasil dari pikiranku sendiri”. Ibunya tercengang mendengar cerita anaknya tersebut… `dan aku? lebih tercengang lagi…. Wow… amazing…

Cerita 2
Suatu hari aku bertemu dengan orang tua murid disuatu tempat. Ibu itu bercerita tentang anaknya yang belum lama ini mengikuti tes beasiswa di sebuah pesantren. Si ibu menjanjikan kepada anaknya jika berhasil mendapatkan beasiswa tersebut, ia akan tetap mengeluarkan sejumlah uang (sebesar biaya pendidikan ke pesantren tersebut) kepada anaknya, plus semua biaya bulanan yang seharusnya dibayar (jika tak dapat beasiswa). Si anak tentu saja merasa senang. dia sudah membayangkan akan menyimpan uang tersebut direkeningnya. Ia akan kumpulkan uang itu. Lalu si ibu bertanya, “Akan kau pakai untuk apa uang itu Nak?”. Si anak menjawab: “Akan aku kumpulkan, aku ingin memberangkatkan mamah sama papah ke tanah suci”. Si Ibu dengan perasaan campur aduk (haru, bangga, senang), lalu berkata kepada anaknya: “Ibu doakan kamu, semoga kau berhasil!”.

Duh,, merinding mendengar cerita itu.. Apalagi yang diharapkan oleh orangtua, selain anak yang saleh yang bisa membanggakan dan membuat bahagia orangtuanya terutama dengan akhlak mulianya??

dimuat di : http://www.kompasiana.com/rainaanakku/cerita-anak-hebat_55546deab67e613818ba55a6